Kolaborasi Stakeholder pada Program Mata Pencaharian Masyarakat Penyintas Bencana Alam di Desa Tompe Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala
Stakeholder Collaboration in the Livelihood Program for Natural Disaster Survivors in Tompe Village, Sirenja District, Donggala Regency
Keywords:
Kolaborasi, Stakeholder, Masyarakat Penyintas, Program Mata PencaharianAbstract
Pembangunan ketahanan pada masyarakat penyintas bencana alam, seperti masyarakat di Desa Tompe memerlukan program pemulihan mata pencaharian yang efektif. Kolaborasi antar stakeholder sangat penting dalam mengatasi dampak perubahan yang ditimbulkan oleh bencana alam. Studi ini menyoroti pentingnya kelangsungan peran aktif semua stakeholder untuk mencapai tujuan pembangunan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis studi kasus. Sumber data terdiri dari data primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kolaborasi stakeholder dalam membangun resiliensi pada masyarakat penyintas bencana alam di desa sudah terbentuk dengan baik. Stakeholder yang terlibat mencakup masyarakat penyintas, lembaga Human Initiative, dan pemerintah. Namun, setelah berakhirnya program pemulihan, peran pemerintah Kabupaten Donggala tidak lagi aktif, mengakibatkan kolaborasi stakeholder hanya berjalan selama implementasi program pemulihan mata pencaharian. Diperlukan mekanisme formal dalam sistem dukungan antar stakeholder demi menjaga keberlanjutan mata pencaharian setelah berakhirnya program pemulihan. Intervensi dari lembaga Human Initiative pasca program ini sangat penting seperti advokasi kepada stakeholder terkait dibutuhkan untuk mendorong kelanjutan upaya pemulihan dan peningkatan mata pencaharian. Hal ini akan memastikan program pemulihan mata pencaharian menjadi berkelanjutan.
Downloads
References
Adger, W. N. (2000). Social and ecological resilience: are they related?. Progress in human geography, 24(3), 347-364.
Ahmadi, R., & Rose, K. R. (2014). Metodologi penelitian kualitatif.
Aksyar, M., Abdullah, S., & Anwar, S. (2023). RESILIENSI MASYARAKAT PENYINTAS BENCANA ALAM DI DESA TOMPE KECAMATAN SIRENJA KABUPATEN DONGGALA. Journal of Syntax Literate, 8(5).
Anwar, S. T., & Sabiq, M. (2023). MITIGASI BENCANA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA ALAM DI DESA KAHAYYA. Prosiding Konferensi Nasional Sosiologi (PKNS), 1(2), 251-260.
Carrasco, S., Egbelakin, T., & Dangol, N. (2023). Fostering recovery through stakeholders-community collaboration in post-earthquake recovery in Nepal. International Journal of Disaster Risk Reduction, 88, 103619.
Chen, S., Wu, J., Zhou, K., & Li, R. (2023). Livelihood resilience and livelihood construction path of China's rural reservoir resettled households in the energy transition. Frontiers in Sustainable Food Systems, 6, 1046761.
Cowley, L. M., & Kelliher, F. (2023). Inside-out: cultural insiders as informants in outsider qualitative fieldwork. Qualitative Research in Organizations and Management: An International Journal, 18(1), 1-21.
Creswell, J. W. 2017. Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 634p.
De Los Reyes, A., & Makol, B. A. (2021). Informant Reports in Clinical Assessment. Grantee Submission.
Denny, E., & Weckesser, A. (2022). How to do qualitative research?: qualitative research methods. Bjog, 129(7), 1166.
Dong, X., Yu, Y., & Zhou, J. (2023). Collaborative Organization and Knowledge Management. In Cisco: Integration of Innovation and Operation (pp. 197-212). Singapore: Springer Nature Singapore.
Darwis, R. S., Resnawaty, R., & Hassanah, D. (2019). Peran Pemerintah dalam Kolaborasi Stakeholders pada Pelaksanaan Program Corporate Social Responsibility (CSR). Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 1-9.
Erlangga, W., Teguh, M., Mushthofa, M., Saputro, I. T., & Setiadi, G. (2022). Sebaran gempa utama berdasarkan magnitudo dan kedalaman di wilayah Mamuju dan sekitarnya. Teknisia, 27(2), 122-131.
Grygorenko, Z., & Naydonova, G. (2023). The concept of “resilience”: history of formation and approaches to definition. Public administration and law review, (2), 76-88.
Ismana, D. R., Baehera, S., Fitrianto, A., Sartono, B., & Oktarina, S. D. (2022). Penggerombolan Desa di Jawa Barat Berdasarkan Daerah Rawan Bencana. Jurnal Statistika dan Aplikasinya, 6(2), 243-252.
Magness, V. (2008). Who are Stakeholders Now; An Empirical Examination of The Mitchell, Agel, and Wood Theory of Stakeholder Salience. Journal of Business Ethics No. 83, 177-192
McClellan, J. G. (2023). Collaboration in Organizations. In Oxford Research Encyclopedia of Communication.
Micabalo, K. G. (2022). Assessment for a Sustainable Livelihood Driver: The Economic, Social and Environmental Viewpoint of a Community Extension Program. Asian Review of Social Sciences, 11(2), 23-31.
Dictionary, O. E. (1993). Oxford english dictionary. URL: http://www. oed. com/view/Entry/181318.
Pradipta, G., Santoso, A. Y., & Syarief, F. (2023). Stakeholder Collaboration in Flood Disaster Management in Labansari Village. Indonesian Journal of Social Responsibility Review (IJSRR), 2(1), 27-36.
Pu, G., & Chang-Richards, A. Y. (2022). Livelihood recovery for sustainable development: A study of the Lushan earthquake. International Journal of Disaster Risk Reduction, 82, 103317.
Sabiq, M., Anwar, S. T., & Muhammad, S. (2023). PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT PEDALAMAN: STUDI MASYARAKAT ADAT KALIMANTAN TIMUR PADA PROSES PEMINDAHAN IBU KOTA NEGARA. Prosiding Konferensi Nasional Sosiologi (PKNS), 1(1), 80-89.
Sabiq, M., Anwar, S. T., Arisnawawi, S. I., Muhajir, A., Aksyar, M., & Marta Suharsih, N. (2022). Telaah Kritis Atas Kenyataan Gender, Agama Dan Budaya Di Indonesia. CV. Azka Pustaka.
Saifuddin, S. & Arisnawawi, A. (2023). Strategi Bertahan Hidup Masyarakat Nelayan Melalui Jaringan Sosial di Desa Cikoang, Kabupaten Takalar. Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian, dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan, 10(1), 197-205.
Sarker, M. N. I. (2023). Livelihood resilience of climate-induced displaced people in south asia: implications for Bangladesh. In Disaster, displacement and resilient livelihoods: Perspectives from South Asia (pp. 81-98). Emerald Publishing Limited.
Stephen, V., Shalini, J., & Relton, A. (2015). Case study: an effictive tool in qualitative research method–a social science approach. ZENITH International Journal of Multidisciplinary Research, 5(1), 15-23.
Tondi, K. M. (2019). Deskripsi Dampak Gempa Bumi dan Likuifaksi Terhadap Petani di Desa Jono Oge Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah. Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian, 26(2), 148-157.
Yang, X., Li, X., Lu, K., & Peng, Z. R. (2023). Integrating rural livelihood resilience and sustainability for post-disaster community relocation: a theoretical framework and empirical study. Natural Hazards, 116(2), 1775-1803.
Warren, V., & Bell, R. (2022). The role of context in qualitative case study research: understanding service innovation. SAGE Research Methods.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Mohammad Aksyar, Arisnawawi (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




